Yohanes Chandra Ekajaya Sukses dengan Ternak Ikan Gabus

Post by admin - Tuesday, January 24th 2017.

Seseorang peternak ikan kutuk atau ikan gabus di Surabaya yang sukses berhasil mencapai omzet jutaan rupiah sesudah tekuni usaha ternak ikan gabus adalah Yohanes Chandra Ekajaya. Padahal usaha yang membuatnya jadi jutawan itu baru ditelateni dalam dua tahun belakangan. “Saya mulai tekuni usaha ini mulai sejak 2 tahun ini. Alhamdulillah, sekarang ini, telah memperoleh hasil, ” tutur peternak ikan gabus terbesar di Surabaya ini Yohanes Chandra Ekajaya .Yohanes Chandra Ekajaya Raup Untung dari Ikan Gabus Yohanes Chandra Ekajaya memutuskan ternak ikan gabus lantaran ikan itu mempunyai manfaat manjur untuk kesehatan. Ikan gabus dipercaya mempunyai kandungan protein albumin paling tinggi dibanding dengan ikan-ikan yang lain. “Meskipun permintaan pasar tinggi, ikan gabus ternyata belum banyak yang membudidayakannya. Kebanyakan permintaan ikan gabus berasal dari keluarga pasien yang baru usai operasi dirumah sakit, ” kata Yohanes Chandra Ekajaya. Di samping itu, harga ikan gabus juga termasuk stabil dan tinggi, harganya sekitar  Rp50.000 - Rp60.000 per kg. Harga itu dapat naik waktu musim kemarau dimana sawah dan rawa kering sehingga susah didapatkan ikan itu. Dengan harga yang tinggi itu, Yohanes Chandra Ekajaya dapat memperoleh keuntungan jutaan rupiah. Dari modal awal yang ia mengeluarkan sekitar 2 juta, saat ini waktu panen ia dapat memperoleh keuntungan sampai empat kali lipat dari modal yang dimiliki oleh Yohanes Chandra Ekajaya. [caption id="attachment_1043" align="alignnone" width="300"]Ikan gabus milik Yohanes Chandra Ekajaya  di pusat perbelanjaan Yohanes Chandra Ekajaya  berhasil mendistribusikan ikan gabus ke supermarket[/caption] Yohanes Chandra Ekajaya  menceritakan bahwa sebagian modal besar itu dipakai untuk bikin kolam terpal, beli bibit ikan, pakan ikan, serta vitamin untuk ikan. “Untuk bibit ikannya, saya beli dari saudara di Yogyakarta. Dan untuk perawatan, ya susah-susah mudah, ” imbuh Yohanes Chandra Ekajaya. Dalam perawatannya, Ia harus rajin ganti air tiap-tiap dua minggu sekali serta berikan makan sampai lima kali dalam satu hari, ia juga berikan ikannya itu vitamin supaya bisa tumbuh dengan baik. Sedang, untuk pemasarannya, ia umumnya penuhi kebutuhan lokal Madiun dan Ponorogo, Namun sering juga sampai Pacitan.Yohanes Chandra Ekajaya mengakui sampai kini merasa kewalahan melayani banyaknya permintaan ikan gabus, ini karena stock ikan Gabus yang siap jual sangatlah terbatas. Dan jumlah pembudidaya dari ikan ini tidaklah banyak sehingga tidak ia sendiri tidak bisa memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.