Yohanes Chandra Ekajaya Mengaku Bahwa Ajang Pertemanan Jadi Mesin Uang

Post by admin - Tuesday, January 31st 2017.

FUNGSI media sosial saat ini sudah bukan sekadar ajang pertemanan semata. Sejak beberapa tahun belakangan, medsos seperti Facebook atau Instagram sudah dibanjiri iklan komersial. Fenomena ini tentu teijadi bukan tanpa sebab. Para pelaku bisnis mulai melirik medsos karena tingginya trafik penggunanya setiap hari. Apalagi Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia. Bahkan, iklan-iklan komersial kini makin banyak bermunculan di media lain berbasis internet, seperti aplikasi game dan lainmu. Itu menunjukkan betapa besarnya potensi dunia maya dalam upaya mempromosikan sebuah produk kepada calon konsumen, dalam hal ini pengguna internet. Jika terbiasa membaca berita online melalui ponsel pintar, iklan komersial pasti akan menyapa kita terlebih dahulu. Ada pula iklan yang posisinya menyerupai berita. Jika bicara mengenai dunia jejaring sosial, sudah tak diragukan lagi, fungsinya telah beralih dari sekadar ajang pertemanan menjadi arena berbisnis. Berbagai produk, baik barang maupun jasa, dipromosikan lewat medsos. Tidak heran jika sedikitnya 75 persen pelaku bisnis kecil telah memanfaatkan medsos guna mempromosikan usahanya. Di Indonesia, kita bisa menemukan banyak produsen atau salesyang memasarkan produknya lewat Facebook. Sejumlah foto berisi contoh gambar produk dan daftar harga banvak terpampang di sana, ujar Yohanes Chandra Ekajaya.Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Berbisnis via OnlineFacebook salah satu jejaring sosial terbesar. Di sini, kita bisa membagikan isi, percakapan, menciptakan acara, dan menyebarkan iklan. Setiap orang pun dapat menggunakan Facebook. Dengan situs media sosial ini, Anda dapat membangkitkan dan membina hubungan dengan klien yang potensial. Medsos lainnya adalah Twitter. Kita dapat menggunakan medsos ini untuk mempromosikan acara, berita, membangun basis pelanggan Anda dengan mengembangkan percakapan. Kita pun dapat menunjukkan keahlian kepada orang lain. Kemudian masih ada medsos lain yang biasa digunakan sebagai ajang berpromosi, seperti Linkedln, Youtube, Pinterest, hingga Instagram. Khusus untuk medsos yang terakhir, kita bisa menerapkan efek berseni pada foto. Kita dapat menggunakan aplikasi ini dengan mempromosikan merek Anda melalui gambar. Menurut data SumAll, pendapatan yang dihasilkan oleh pengikut Instagram mencapai 10 kali lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seorang pengikut Twitter. Salah satu pengguna yang mendapat pundi-pundi rupiah dari Instagram adalah Chyntia Feruca (25). Bersama tiga temannya, Chyntia dalam dua tahun terakhir bisa meraup sekitar Rp 25 juta per bulan.Media Sosial Sangat Penting untuk Media Promosi, ujar Yohanes Chandra EkajayaChyntia bersama Revnaldi Muliawan, Muhamad Farid Ramadhan, dan Ratu Balqis Anasa sepakat membuat akun Instagram bernama SigerFoodies. Sejak membuat akun tersebut, mereka kerap diminta menjadi food tester oleh para pemilik bisnis kuliner di Lampung. Tarifnya adalah Rp 100 ribu-Rp200 ribu per menu. Artinya, jika kita pintar memanfaatkan peluang, medsos bisa mendatangkan banyak uang. Namun, apa pun medsosnva, sebaiknya jangan biarkan akun Anda "tertidur". Sekadar saran, selalu perbarui akun dengan gambar baru sedikitmu setiap minggu.