Yohanes Chandra Ekajaya dan Keistimewaan Rupiah Mie Guyub

Post by admin - Monday, January 23rd 2017.

Mie Yohanes Chandra Ekajaya LezatYohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa kesuksesan didapatkan dari kerja keras dan ketelatenan. Meski memiliki pendidikan rendah, ia pun tak sedikitpun merasa terpinggirkan karena dengan sikap dan kemauan yang kuat dalam berbisnis, maka peluang untuk menjadi seorang pengusaha semakin terbuka lebar. Tanpa memanfaatkan ijazah, Yohanes Chandra Ekajaya pun sukses sebagai seorang founder di salah satu bradn kuliner. Ia memutuskan untuk fokus mengelola bisnis restoran mie tersebut dengan nama Mie Guyub.Bisnis yang dilakoni oleh Yohanes Chandra Ekajaya ini berawal dari sebuah cita-cita dan mimpinya sejak dia  duduk di bangku SMP. Ia pun bercerita bahwa sejak SMP  lelaki yang akrab disapa dengan Eka ini bermimpi memiliki sebuah restoran sendiri, namun karena keterbatasan orang tuanya sehingga tidak mampu melanjutkan kuliah di bidang tata boga, sehingga sekolahnya hanya sampai SMA. Namun, ia pun tidak mau berhenti begitu saja, dimana Yohanes Chandra Ekajaya tetap bertekad dan berkeras hati untuk mewujudkan cita-cita nya.J Chandra Ekajaya & J Wijanarko Pengusaha MieDengan berbekal kemauan yang kuat, akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya  memutuskan untuk pindah  ke Jakarta dan memulai bisnis nya. Pada awal nya tahun 2000 Yohanes Chandra Ekajaya mengawali untuk i membuka sebuah gerai dengan menjual martabak di daerah Mal Blok M. Setelah itu beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2006 ia mulai merintis Mie Guyub yang kini sangat populer. Memang, awalnya bisnis kuliner tersebut didirikan pada tahun 2002, dimana ia menciptakan kualitas produknya dengan sangat istimewa. Dengan racikan bumbu dan bahan-bahan kualitas terbaik, mie guyub menjadi pilihan utama para pecinta kuliner tanah air. Ada sekitar 30 bumbu pokok yang secara spesial langsung didatangkan dari Jawa Tengah yang kemudian diracik sendiri oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, dengan racikannya sendiri, menu yang disajikan tetap memiliki khas rasa kampung namun dengan selera urban. Kini, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil menjual sekitar 50 hingga 70 kilogram mie untuk setiap harinya. Dengan kebutuhan mi tersebut, estimasi pemasukan dapat mencpai omzet hingga ratusan juta rupiah untuk setiap bulannya.