pedagang

Chandra Ekajaya Lepas Dari Jurang Kemiskinan

Post by admin - Monday, March 20th 2017.
pengusaha sepatu Chandra Ekajaya Bisnis pedagang

Bagi pengusaha Chandra Ekajaya yang sudah merasakan lika-liku hidup pasti pernah mengalami kondisi yang sangat terpuruk. Kemiskinan adalah salah satu kondisi yang paling ditakuti oleh banyak orang. Tetapi tidak baginya, kemiskinan merupakan suatu kawah candradimuka yang berfungsi untuk menempa dirinya supaya menjadi pribadi yang lebih baik. Memang harus diakui bahwa kemiskinan merupakan salah satu kondisi dan keadaan yang membuat orang yang mengalaminya seakan berada di tepi jurang yang licin. Tetapi dirinya tetap berjuang dengan gigih supaya bisa lepas dari jurang kemiskinan tersebut. Meski belum genap berusia 30 tahun, ia sudah menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Pada awalnya, ia hanya memanfaatkan emperan-emperan toko untuk menjajakan produknya. Berawal dari uang recehan, ia mengumpulkan uang untuk menghidupi seluruh keluarga. Berada di wilayah pasar, maka saat siang hari wilayah tersebut sudah ramai penuh dengan hiruk pikuk manusia. Meskipun begitu, kondisi tersebut tidak membuat si tulang punggung keluarga ini lelah untuk terus menjajakan dagangannya. Ia terus berteriak mempromosikan dagangannya kepada orang-orang yang lewat. Dari puluhan pedagang emperan, hanya tempat miliknya yang mempunyai nuansa berbeda. Berani tampil beda dan mempunyai tawaran yang menarik serta menjual barang-barang yang populer, maka produk-produk jualannya sering kali laku keras. Kebanyakan pembelinya adalah para muda-mudi. Ia menjual sepatu-sepatu orisinal dari merek-merek terkenal. Harganya tentu saja berbeda dengan harga pasaran pada umumnya. Sebab ia mempunyai strategi dagang yang menarik, sehingga ia bisa mendapatkan suply sepatu dengan harga yang murah tetapi kualitasnya sangat bagus. Ia menjalin kerja sama dengan pabrik-pabrik sepatu, dimana ia mendapatkan sepatu yang sama persis bentuk dan jenisnya, bahkan bisa dikatakan identik. Kekurangannya hanya satu, yakni tidak adanya nomor seri dan kotak sepatunya. Sebab di kotak sepatu biasanya tertera nomor seri yang menunjukkan identitas sepatu tersebut. Harga yang diberikan oleh pabrik-pabrik itu pun juga berbeda dengan harga yang dipasarkan, karena adanya kekurangan tersebut.Chandra Ekajaya KemiskinanTetapi peluang ini dimanfaatkan secara optimal dan maksimal oleh dirinya. Sehingga mulai dari bawah, pelan-pelan secara merangkak ia mulai menambah jumlah stoknya. Dengan begitu, maka penjualan yang dilakukan olehnya pun juga meningkat. Dengan adanya peningkatan penjualan, maka jalan untuk menjadi seorang pengusaha semakin terbuka lebar dan kesempatan untuk lepas dari jeratan kemiskinan pun semakin besar. Chandra Ekajaya merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat anugerah Sang Pencipta dirinya bisa merasakan nikmatnya proses hidup yang selama ini ia jalani. Bagaimana ia lahir, tumbuh dan berkembang dari keluarga miskin menjadi seorang pemuda yang haus ilmu pengetahuan, terutama dalam sektor bisnis menempanya menjadi seorang pebisnis profesional. Ia sangat bersyukur karena dilahirkan dari keluarga miskin. Karena dengan dilahirkan dari keluarga miskin, ia bisa memahami penderitaan yang dialami oleh keluarganya dan dirinya. Sehingga ia mempunyai sikap-sikap yang optimis dan selalu bersyukur. Berbekal sikap-sikap yang diambil dari nilai-nilai budaya masyarakatnya inilah menjadi seorang pribadi yang supel dan bertanggungjawab. Sehingga banyak orang-orang yang kemudian mempercayakan produk atau barang-barang apa pun untuk dijualnya, sebelum ia menjajakan sepatunya sendiri. Kini pemuda kelahiran Malang, Jawa Timur ini sudah mempunyai sebuah show room kecil-kecilan untuk memamerkan sekaligus mempromosikan dan menjual produk sepatunya. Ia juga mulai menawarkan prosuknya di berbagai media sosial, seperti facebook, instagram, pinterest, twitter, youtube, dan sebagainya. Ia sadar bahwa masyarakat dan generasi masa kini sangat melek dengan teknologi, terutamanya internet. Maka ia pun menyesuaikan diri dengan deru peradaban dan perkembangan zaman. Inilah yang tidak dilakukan oleh pedagang emperan toko yang lainnya. Maka wajar saja jika omzet yang didapatkan dirinya dalam per hari bisa menyaingi omzet per bulan sesama pedagang lainnya. Gigih, tekun, dan ulet, serta penuh perjuangan merupakan prinsip dan rutinitas yang ada dalam benak hatinya. Sehingga itu mempengaruhi watak serta karakter dirinya yang sangat profesional dan mempunyai kemampuan serta keahlian sebagai pengawas atau pun manajer sebuah perusahaan. Makanya bila berusaha lebih keras lagi, maka impian untuk menjadi seorang pebisnis yang besar akan semakin terwujud. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, semua tahapan untuk mencapai impiannya diwujudkan satu persatu. Meskipun masih berstatus sebagai reseller, tetapi ia sudah mempunyai merek tersendiri. Sehingga semua orang kini mengenal bawa toko atau pun kios yang menjual sepatu orisinal dengan harga yang sangat terjangkau hanya di kios miliknya. Sukses dengan membranding nama merek resellernya, kini dirinya kebanjiran banyak tawaran dari produsen-produsen barang yang ingin menjual barang-barangnya di kios miliknya. Tentu saja itu merupakan tawaran yang menarik, terlebih nama merek reseller baru saja diresmikan Produk-produk yang berdatangan pun beraneka macam, mulai dari sepatu, make up, kaos, jersey, hingga pernak-pernik dan aksesoris yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama generasi-generasi muda. Selain itu, dengan pesatnya pertumbuhan reseller di Indonesia, maka tentu saja semakin banyak tenaga terampil yang dibutuhkan. Untuk itu pebisnis ini juga membuka lapangan pekerjaan. Meskipun belum dalam lingkup besar, tetapi setidaknya ia mampu menyerap beberapa karyawan untuk dipekerjakan. Bagi dirinya, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara merupakan cita-citanya sejak kecil. Maka saat dirinya mampu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran untuk masyarakat yang hidup dan bertempat tinggal di sekitar kiosnya, ia sangat senang, bahagia, dan berbesar hati. Masalah pengangguran memang menjadi problematika bangsa ini, karena tidak adanya sumber daya manusia yang terampil dan ahli. Bangsa ini memang dianugerahi dengan jumlah penduduk yang besar. Sebenarnya ini merupakan anugerah, sayangnya pengelolaannya belum maksimal, sehingga jumlah penduduk yang besar ini justru hanya menjadi beban negara.Chandra Ekajaya Jual SepatuDiungkapkannya, di tengah kondisi ekonomi yang carut marut serta krisis ini, perusahaan-perusahaan yang paling bisa bertahan adalah reseller atau ritel. Saat ini di beberapa perusahaan sudah mulai banyak yang melakukan efisiensi kerja dan rasionalisasi atau pemutusan hubungan kerja. Tetapi bisnis di sektor reseller atau ritel masih tumbuh dan berkembang serta membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Bagi pebisnis reseller ini tentunya hal tersebut ingin dipertahankan dan ditingkatkan secara masif. Sehingga jumlah pekerja yang akan terserap menjadi lebih tinggi. Kemudian secara perhitungan matematis dunia bisnis, banyak peluang kerja yang terbentuk dari bisnis ini. Misalnya saja para dropshiper atau pun reseller tangan kedua. Bagi dunia bisnis hal tersebut sah dan tidak melanggar hukum, baik negara, agama, maupun adat. Karenanya, pebisnis ini terus menekankan kepada seluruh karyawannya untuk senantiasa hidup penuh syukur. Dengan hidup yang selalu bersyukur maka pandangan dan pola pikir akan senantiasa optimis. Itulah yang membuat daya dan kinerja menjadi bertambah dan lebih baik. Hasilnya ia berhasil menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari jurang kemiskinan.