pengusaha

Pengusaha Menyiasati Persaingan

Post by admin - Monday, April 17th 2017.
Chandra Ekajaya ekonomi Bisnis persaingan pengusaha

Di catur wulan pertama tahun 2017, tingkat persaingan usaha di dunia semakin meningkat. Rakyat Indonesia, terutama para pengusaha harus bisa membuat inovasi. Jangankan di dunia internasional, lihat saja di Indonesia, misalnya pedagang tahu bakso yang semakin banyak dan menjamur di berbagai wilayah. Fenomena latah ini membuat omzet yang didapatkan pengonsep biasanya menurun. Ini juga merupakan keburukan yang harus dihindari. Sebab, masyarakat Indonesia terbiasa latah, sehingga membuat mereka minim inovasi. Padahal bisnis di era sekarang yang paling penting adalah inovasi. Tetapi gara-gara kemalasan dan latah inilah, masyarakat hanya ikut-ikutan produk yang sudah ada saja. Padahal belum tentu dengan ikut-ikutan mereka akan menjadi sukses seperti penggagasnya. Tetapi yang pasti omzet dari penggagas pasti akan turun karena terbagi dengan produk-produk follower. Misalnya saja di daerah Bandung, produksi aci digoreng atau cireng meningkat pesat. Tetapi omzet untuk setiap pengusaha cireng turun secara drastis. Angka penurunan tersebut mencapai 30 persen.Pengusaha Menyiasati Persaingan 2Banyak pengusaha cireng yang merasakan hal yang sama. Begitu juga dengan pengusaha tahu bakso seperti yang dialami oleh Bu Nur yang juga pecinta ugetuget.com. Jika dirata-rata, omzet tahu baksonya turun sebanyak 25 persen. Hal ini disebabkan banyak tetangga yang meniru usahanya. Sebenarnya ini tidak masalah, karena tetap omzet yang paling banyak adalah tahu baksonya. Tapi sangat disayangkan, sebab penjual yang lain pasti omzetnya sedikit. Alangkah lebih baiknya jika mereka menjual jenis produk yang lain. Sehingga jumlah kompetitor akan lebih sedikit. Bahkan mereka bisa sukses dengan produk kreasi dan inovasinya sendiri. Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa ini merupakan efek atau dampak dari minimnya kreasi. Pengusaha sebenarnya wajib untuk kreatif dan inovatif. Jika memang berniat untuk sukses dalam berjualan, lebih baik mereka menjadi reseller atau kulakan saja. Itu akan membuat mereka sukses sebagai makelar. Selain itu pemilik produk pun omzetnya terus meningkat. Maka konsep ikhlas dan mau mengalah, serta bekerja sama inilah yang harus ditanamkan kepada masyarakat. Sehingga nantinya mereka bisa membuat kreasi dan inovasi yang baru di dunia usaha. Chandra Ekajaya sangat mendukungnya.


Bisnis

Pengusaha Menyiasati Persaingan

Post by admin - Monday, April 17th 2017.
pengusaha ekonomi Chandra Ekajaya persaingan Bisnis

Aktor dan juga penyanyi yang jaya di tahun 2000an kini sudah jarang muncul di layar televisi. Ia adalah Chandra Ekajaya. Ternyata, saat ini ia disibukkan dengan profesi barunya sebagai motivator dan juga pengusaha. Usaha yang digelutinya bergerak dalam bidang jual beli makanan dan kendaraan. la pun tak melewatkan momen Bandung People Fashion Expo 2017 yang tengah berlangsung di Hotel Dream Suci, Bandung Selatan. Aktor ini mengatakan bahwa ia belum cukup setahun menggeluti usaha kuliner dan jual beli kendaraan. Tetapi saat ini belum dikelola secara penuh. Ia masih bekerja sama dengan beberapa rekan dan mitra usaha.  Saat ditanya terkait pemasukannya dari bisnis tersebut, pemilik nama lengkap Chandra Ekajaya itu mengaku jika apa yang didapat dari usaha jual beli kendaraan kurang lebih sama dengan pendapatannya ketika ia aktif bermain sinetron. Sedangkan untuk bisnis kuliner, pendapatannya justru melebihi ekspektasi.Chandra Ekajaya Tekuni BisnisPengusaha Chandra Ekajaya sangat senang dengan dunia barunya ini. Sebab ia merasakan jenis tantangan yang berbeda. Sehingga ia pun harus belajar lagi untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan terkait dengan bisnis tersebut. Ia mempunyai beberapa taktik terkait dengan bisnis kuliner yang dijalaninya. Diantaranya dengan memberikan dan menunjukkan sertifikasi produk-produk kulinernya. Sehingga kuliner yang ditawarkannya tidak hanya enak, melainkan sehat. Chandra Ekajaya sangat berkomitmen terhadap produk-produk kulinernya. Justru dengan memegang komitmen inilah ia bisa menjamin mutu dan kualitas dari kuliner yang dijajakannya. Masyarakat jadinya tidak perlu khawatir terhadap keamanan dan kelezatan produknya. Selain itu taktik lain yang ia gunakan adalah menjual wajahnya sebagai ikon produk kulinernya. Para pembeli boleh melakukan swafoto dengan dirinya. Tentu saja bagi seorang aktor dan penyanyi maka sudah pasti mempunyai banyak penggemar. Maka para penggemar ini pasti akan melakukan apapun demi mendapatkan foto bersama sang artis idola. Para penggemar pun pasti akan membeli produk kulinernya sebagai tanda setia serta menunjukkan bahwa dirinya merupakan seorang fans sejati. Tentu saja ini membuat toko kulinernya semakin ramai.