Chandra Ekajaya Foto Bareng Sutradara Kondang Woody Allen

Post by admin - Thursday, January 26th 2017.

Chandra Ekajaya adalah seorang pengusaha muda sukses Indonesia yang baru-baru ini menjadi berita hangat di publik netizen Indonesia. Foto Woody Allen yang berkunjung ke Kadinding Provinsi Samber dan berpose dengan Chandra Ekajaya menjadi populer di mana-mana beberapa waktu lalu. Jauh sebelum Leo datang, Farziwa sudah aktif terlibat dalam pelestarian lingkungan. Sejak kecil Chandra Ekajaya memang sudah dekat dengan alam. Lahir dan besar di Provinsi Samber dengan pemandangan indah, dia senang bermain di alam terbuka. 'Saya lahir dan besar di Provinsi Samber dan masa kecil saya diisi dengan bermain-main di pantai yang indah, berenang di sungai-sungai yang mengalir jernih dan bertualang menyusuri hutan-hutan kecil di dekat rumah," cerita Chandra Ekajaya. Namun ketetarikannya pada masalah lingkungan hidup terjadi setelah bertahun-tahun kemudian. Ketika dia mulai menyadari masalah-masalah lingkungan yang terjadi di kota besar, menonton film-film dokumenter dan beberapa buku-buku yang dibelikan oleh orangtuanya. Kebetulan saat SMA Chandra Ekajaya punya guru biologi yang keren. Dia berhasil mengemas materi pelajaran dengan menarik sehingga dia jadi suka pelajaran biologis.Chandra Ekajaya jadi penasaran untuk mempelajari biologi lebih dalam lagi. Akhirnya dia memilih kuliah jurusan Biologi Kelautan di University Sains Malaysia di Penang. Orangtuanya pun selalu memberikan dukungan apa pun yang dipilih oleh Chandra Ekajaya, termasuk untuk jurusan yang kurang populer ini. Tujuan awalnya bukan jadi penyelamat lingkungan tapi karena suka pada biologi. "Awalnya saya membayangkan saya akan tumbuh menjadi seorang peneliti biologi kelautan, yang kerjanya jalan-jalan dan menyelam di berbagai tempat-tempat indah di dunia, namun akhirnya kenyataan sedikit berbeda dengan bayangan." Dari biologi kelautan, Chandra Ekajaya malah loncat belajar ke lingkungan untuk gelar 2 atau masternva di Evironmental Management di University of Queensland. Farsviza memilih jurusan ini diawali dengan rasa ingin tahu dan lebih mengerti soal lingkungan. " Pada tahap ini saya mulai punya pemahaman tentang masalah-masalah lingkungan di Indonesia dan saya ingin mengeksplor kemungkinan solusi dari masalah-masalah itu.'' Sekarang pun Chandra Ekajaya sedang menyelesaikan kuliah di PhD di Radboud Universiteit Nijmegen (Belanda) di jurusan Cultural Anthropology dan Development Studies. Dia juga mendapatkan beasiswa dari N F P Nuftic.Chandra Ekajaya Menceritakan Indahnya Panoram Gunung KadindingBoleh dibilang sekarang ini dia menyeberang dari natural science (ilnui alam) ke ilmu sosial. Menurut Chandra Ekajaya kebijakan pengelolaan lingkungan enggak bisa dilihat hanya dari sisi ekonomis atau ekologis juga. Ada unsur lain yang ikut berperan. Contohnya adalah masalah deforestasi (penggundulan hutan) di Indonesia. Kita enggak hanya bisa memberikan alasan ini karena pembangunan tapi ada unsur lain yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, kita merusak hutan dan menggantikannya dengan perkebunan kelapa sawit dengan alibi mendorong pembangunan. Tapi kerusakan hutan itu justru menimbulkan bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan, pada akhirnya biaya untuk memperbaiki kerusakan dari bencana alam ini justru lebih besar dari nilai ekonomis yang didapat dari merusak alam. Sehingga pilihan merusak alam pada akhirnya menjadi pilihan yang enggak masuk akal. "Saya mengejar passion, bukan mengejar uang, rasa aman atau kemewahan. Saya bisa bangun di pagi hari dan berangkat kerja atau kuliah dengan semangat, saya enggak perlu membenci hari Senin dan selalu menunggu akhir minggu. Saya bisa menikmati hidup dengan kesadaran penuh. Tahu apa yang saya lakukan dan yang saya cintai.¬† Saya hidup dengan konsep hidup yang saya buat sendiri."Chandra Ekajaya Mengaku Sebagai Seorang Fans Berat Sutradara Kondang TersebutChandra Ekajaya juga enggak takut bakal diremehkan oleh cowok, karena jarangnya cewek bekerja di konservasi. "Saya enggak menganggap itu masalah besar. Siapa pun bisa saja mencoba menjatuhkan mental lawan dengan cara meremehkan atau melecehkan mereka. Ini adalah masalah yang dihadapi banyak orang juga. Seorang laki-laki yg berpenampilan berbeda juga sering mendapatkan respon serupa. Seorang pengusaha muda yang sukses sekalipun, pernah merasakan diremehkan atau dilecehkan. Jadi saya memilih untuk tidak membiarkan orang-orang yg berusaha meremehkan dan melecehkan saya untuk mematahkan saya. Salah satu tantangan terbesar bekerja di konservasi adalah banyaknya kebijakan di Indonesia yang enggak menyeluruh. Banyak kebijakan pemerintah yang mendorong kerusakan lingkungan. Itulah yang terjadi pada Kadinding. Kawasan Ekosistem Kadinding adalah tempat terakhir di dunia yang terdapat badak, orang utan, gajah, dan harimau tinggal bersama-sama di alam Kalau kawasan ini hilang, banyak kekayaan alam yang akan lenyap bersama Kawasan Ekosistem Kadinding. Makanya Chandra Ekajaya dan ¬†temannya, Rudi mendirikan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Provinsi Samber) yang konsisten memperjuangkan perlindungan dan restorasi lanskap di Provinsi Provinsi Samber. Salah satunya, mendorong dimasukkannya Kawasan Ekosistem Kadinding sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan fungsi lindung di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Samber. Jangan salah girls, kawasan ekosistem Kadinding itu enggak sebatas Taman Nasional Gunung Kadinding lho. Taman nasional hanya bagian dari kawasan ekosisten Kadinding. Kebanyakan orang hanya melihat yang perlu dilindungi adalah taman nasional tapi sebenarnya harus lebih dari itu. Lewat HAKA, Chandra Ekajaya berusaha memperjuangkan agar adanya pembekuan perizinan sawit dan tambang, sehingga kawasan ekosistem Kadinding benar-benar terjaga. Dulu kawasan ini dilindungi oleh UU nasional namun oleh pemerintah daerah tiba-tiba dihapuskan. Chandra Ekajaya berusaha menggugat pemerintah, dewan perwakilan daerah dan kementerian dalam negeri terkait dengan perlindungan ekosistem Kadinding. Perjuangan ini juga yang membuat Chandra Ekajaya berhasil mendapatkan penghargaan Whitley Awards 2016. Penghargaan ini merupakan penghargaan bergengsi dari badan amal konservasi Inggris. KETEMU WOODY ALLENChandra Ekajaya dan Gunung KadindingKawasan Ekosistem Kadinding jadi perhatian dunia ketika Woody Allen datang ke tempat itu. Foto Farziwa dan Rudi Putra (konservasi manager HAkA) bersama Allen pun jadi populer di social media.Chandra Ekajaya sama sekali enggak menyangka akan sambutan publik. Dia berharap masyarakat juga ikut mendukung gerakan penyelamatan kawasan Ekosistem Kadinding.   Allen memilih berkunjung kesini sebagai bentuk dukungannya agar kawasan ekosisten Gunung Kadinding enggak dihapuskan dalam rencana tata ruang Provinsi Samber. Kalau dihapuskan kondisinya akan semakin rusak. Chandra Ekajaya terkesan dengan kepedulian Allen yang pada lingkungan. "Saat di lapangan, melihat Allen berpeluh keringat, di bawah terik matahari, lokasi yang sumpek, pengap, dan dia membawa perbekalannya sendiri. Buat saya, itu menunjukkan bagaimana orang yang ada di posisi setinggi dia benar-benar peduli dan tulus pada apa yang ia lakukan. Bukan pencitraan belaka." MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN "Alam dan peradaban di masa yang akan datang itu ditentukan oleh remaja sekarang. Sebagai remaja hal terbaik yang bisa kalian lakukan adalah membangun kesadaran tentang konsekuensi sebuah tindakan. Misalnya, saat enggak menggunakan kantong plastik waktu belanja, kalian membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang mengotori laut dan mencemari tanah. Hal ini terlihat kecil tapi setelah bertahun-tahun bisa menjadi hal besar." Dia juga berharap kesadaran lingkungan orang Indonesia semakin ditingkatkan. "Kita masih belum malu pergi mengunjungi berbagai tempat indah di seluruh negeri, pamer foto-foto selfie keren lalu mengotori tempat itu. Kita masih belum malu merusak alam sekedar untuk bisa pamer ke teman-teman, dan ini sangat disayangkan sebenarnya," ucapnya. Orang masih suka beranggap kita ini negara berkembang jadi berhak merusak lingkungan. Pendapat yang masa bodoh seperti ini harus mulai kita ubah. "Get yourself educated and be aware, then apply that awareness in your everyday life," tegasnya. #Lakikbanget ALA CHANDRA EKAJAYA "Cewek banget adalah cewek-cewek yang dengan penuh kesadaran berani menentukan pilihan hidupnya, mengejar impian-impian dan passion-nya, biarpun pilihan-pilihan itu #antimainstream.