Q Pizza Mengantarkan Pengusaha Chandra Ekajaya di Puncak Sukses

Post by admin - Monday, April 10th 2017.
Kuliner pengusaha Q Pizza Chandra Ekajaya Bisnis motivasi Edi Yosfianto quality control

Seorang ilmuwan besar, Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa banyak orang yang sebenarnya sudah sangat dekat dengan sukses, namun sayangnya mereka harus menyerah di tengah jalan. Kata mutiara tersebut adalah kalimat yang terus diingat oleh pengusaha muda satu ini, Chandra Ekajaya dalam mencapai puncak kesuksesan. Memiliki banyak usaha di bidang konveksi dan kuliner, ia dikenal oleh dunia bisnis sebagai salah satu ikon pengusaha muda Indonesia. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut telah malang melintang di sektor bisnis, dimana ia memiliki pengalaman di dalam bidang tersebut. Lahir dari keluarga yang kurang beruntung secara ekonomi, ia sudah dikenal sebagai sosok pekerja keras. Sejak berumur 7 tahun, ia sudah bekerja sebagai buruh angkut buah di Pasar Blimbing. Setiap hari ia bangun jam 4 pagi untuk pergi membantu pedagang buah menata barang dagangannya. Kemudian, Chandra Ekajaya kecil pun pergi ke sekolah pukul 6 pagi. Rutinitas tersebut ia lakukan setiap hari untuk mendapatkan uang jajan dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan pun mengaku tak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan sang anak, sementara ibunya yang berprofesi sebagai buruh cuci juga harus bekerja membanting tulang. Alasan itulah yang mendasari Chandra harus mampu bangkit mengatasi masalah ekonomi yang mendera keluarganya. Kedisiplinan dan etos kerja itu pun tumbuh mengiringi kedewasaannya. Ketika berusia 17 tahun, ia pun memutuskan untuk mencari kerja dengan menjadi mandor di kebun apel milik pamannya. Dari sanalah, Chandra Ekajaya pun mempelajari bidang bisnis serta pertanian sampai ia menamatkan pendidikannya di bangku sekolah menengah atas. Selepasnya mendapatkan ijazah lulus di taraf menengah atas, ia pun kemudian berangkat ke Semarang untuk mengambil gelar sarjana di salah satu universitas swasta di kota tersebut. Selama kuliah, ia pun tak lupat untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya selama kuliah. Namun, pada pertengahan semester ia mengenal sebuah bisnis yang membuatnya malas untuk kuliah dan justru malah memfokuskan diri dengan melakoni kerja. Hasil kerja kerasnya selama kerja tersebut ia sisihkan untuk membuka sebuah bisnis. Pada tahun 1997, ia pun memulai bisnisnya di bidang kuliner dengan mendistribusikan makanan ringan yang ia ambil dari pasar kemudian dititipkan ke berbagai kantin yang ada di sekolah-sekolah, pabrik, maupun kantor. Dari sanalah, kehidupan ekonominya mulai membaik. Sesekali ia pun kerap mengirimkan wesel dengan sejumlah uang untuk kebutuhan orangtuanya di kampung halaman.Dok.Chandra EkajayaJauh dari orang tua, sosok inspiratif ini pun memiliki tekad keras untuk sukses lewat jalur bisnis. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, akhirnya kuliah yang dijalani pun terpaksa harus ditinggalkan. Dengan cukup penyesalan, ia pun berpikiran bahwa nantinya harus konsekuen dengan pilihannya tersebut entah apapun yang terjadi. Setelah meninggalkan kuliah, bisnis makanan ringan yang ia tekuni selama beberapa tahun pun akhirnya membuahkan hasil. Keuntungan yang cukup besar pun diperolehnya secara rutin. Namun, ia pun memiliki pikiran harus menciptakan produk baru agar ia bisa mandiri dalam bisnis. Tepat pada tahun 2008, ia dan seorang temannya bernama Edi Yosfianto yang kini menjadi partner bisnisnya pun mencoba meracik sebuah produk kuliner dari Italia yaitu Pizza. Edi merupakan rekan bisnisnya yang mendalami ilmu kuliner dan juga merupakan salah satu orang dengan pengalaman sebagai chef di berbagai hotel dan restoran. Dalam waktu sekitar enam bulan, mereka pun meraciknya dengan hati-hati karena produk tersebut akan menentukan segmen pasar. Pizza tersebut juga dipilih karena Chandra Ekajaya melihat bahwa fenomena media sosial yang semakin marak serta akses informasi yang tak terbatas melahirkan masyarakat yang lebih maju. Di bidang kuliner pun terjadi, dimana banyak produk kuliner yang ditransfer dari luar negeri, salah satunya pizza. Masyarakat kita pun juga menggemari makanan khas dari Italia tersebut, namun karena harga pizza di Indonesia yang cukup tinggi akhirnya mereka tak mampu mencicipi nikmatnya makanan satu ini. Dari fenomena tersebut, dua orang tersebut meracik resep pizza dengan sangat sempurna dan inovatif. Terbukti beberapa tester mengatakan bahwa produk ini berbeda dari produk pizza kebanyakan. Perpaduan cita rasa Italia dan Indonesia membuat para penggemar pizza di tanah air pun mempercayakan pada produk pizza milik dua orang ini. Dengan label Q Pizza, produk tersebut pun langsung menjadi buah bibir baik dari kalangan netizen maupun masyarakat kita. Q Pizza menawarkan sejuta sensasi akan kehadiran rasa yang dipadu dari kekayaan kuliner Indonesia dan Italia. Beberapa produk pizza miliknya pun terkesan sangat Indonesia sekali, dimana rempah yang terpadu di produk tersebut memiliki rasa yang mengundang selera. Q Pizza bukanlah sembarang produk, dimana setiap orang akan merasakan sensasi yang lain ketika menyantap makanan satu ini. Dibanderol dengan harga mulai Rp 45 ribu sampai Rp 75 ribu, pizza buatan dari perusahaan bergambar ikon pizza dan bendera merah putih ini pun siap disajikan di meja makan Anda. Rasa yang ditawarkannya pun bermacam-macam dan tentunya dengan berbagai ukuran. Keju, sosis, daging sapi, daging ayam, sayuran, dengan taburan bubuk rempah yang orisinil tentu akan mengagetkan Anda ketika pertama kali menyantap menu tersebut. Kini bisnis yang sudah bergerak hampir Sembilan tahun eksis di dunia kuliner Indonesia ini telah mendapatkan keuntungannya yang luar biasa. Terbukti, sekitar 1000 hingga 1200 pizza setiap harinya berhasil diproduksi oleh Q Pizza. Selain itu perusahaan kuliner ini juga telah membuka beberapa cabang yang didirikan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, dan Surabaya. Dengan karyawan sekitar 250 orang, Q Pizza juga memberikan jenjang karir kepada mereka agar mereka mampu memiliki etos kerja yang baik. Sebagai upaya untuk menjaga kualitas rasa, Q Pizza pun sepakat untuk tidak membuka franchise karena kebanyakan sistem tersebut menjadi jebakan bagi brand yang namanya telah melambung tinggi tersebut. Cabang-cabang tersebut dikelolanya sendiri, dimana Chandra Ekajaya berlaku sebagai pemilik dan rekannya Edi berposisi sebagai quality control agar kualitas produk tersebut tidak berkurang sedikitpun. Sukses di usia muda mungkin merupakan impian bagi setiap orang. Dalam hal ini, Chandra Ekajaya telah mendapatkan idealitas tersebut, dimana di usia mudanya ia telah berhasil meraih omzet yang fantastis dari produk bisnisnya tersebut. Hampir setiap bulan, omzet bisnisnya pun mencapai miliaran rupiah dan mendapuk dirinya sebagai ikon muda di dalam dunia bisnis Indonesia. Kini, selain menjadi seorang pengusaha ia pun juga cukup dikenal lewat lembaga pendidikan bisnis yang ia bangun “Pendapa Hutama Mulya”, sebuah ruang belajar yang mengenalkan kepada generasi muda akan strategi untuk mencapai kesuksesan dalam dunia bisnis. Ya, itulah cerita motivasi yang sangat inspiratif dari sosok pengusah Q Pizza. Berikutnya mungkin Anda yang akan menjadi pengusaha yang sukses di usia muda seperti halnya Chandra Ekajaya tersebut. Salam entrepreneur!