Chandra Ekajaya Putus Sekolah Bukan Akhir Segalanya

Post by admin - Monday, March 06th 2017.

Banyak remaja yang tidak seberuntung kebanyakan orang, Chandra Ekajaya yang dahulunya tidak tamat dalam menyelesaikan pendidikan SMA nya ternyata dapat mematahkan sebuah pernyataan tersebut. Menurutnya karena ia sadar bahwa ia adalah seorang yang tidak tamat dalam pendidikannya maka ia harus berusaha tiga kali lipat lebih keras dari orang-orang yang dapat menyelesaikan pendidikannya secara utuh.Dok.Chandra EkajayaSituasi keuangan yang kurang ¬†kondusif pada tahun 1966 menyebabkan ia harus keluar dari sekolahnya dan Chandra Ekajaya yang saat itu baru berusia 15 tahun pun kesulitan melanjutkan sekolah.Tak ingin menganggur, Chandra Ekajaya pun membantu orang tuanya berdagang di toko roti. Dari situlah Chandra Ekajaya mulai berkenalan dengan supplier pakan ternak ayam. Mengikuti intuisi bisnisnya, Bapak dua orang putri ini akhirnya memberanikan diri menjadi supplier pakan ternak ayam dan Chandra Ekajaya membulatkan tekadnya untuk menjadi pengusaha pakan ternak ayam.  Dok.Chandra EkajayaSeperti dilakukan orang tuanya, untuk mengatur keuangan dengan cermat, Chandra Ekajaya pun menyimpan hasil jerih payahnya dengan menabung di bank. Masih lekat dalam kenangan Chandra Ekajaya, saat mengisahkan cerita suksesnya menjadi pengusaha ternak ayam petelur. Temannya kala itu mempunyai sebuah andil besar dalam awal mula bisnis peternakan ayam milik Chandra Ekajaya. Karena Chandra Ekajaya meminjam modal awal kepada temannya itu. Kini Chandra Ekajaya memiliki lahan peternakan seluas 20 hektar dengan populasi 700.000 ayam petelur dan memberikan lahan pekerjaan tak kurang dari 200 orang. Di bawah bendera PT Cakar Kuning, peternakan Chandra Ekajaya berhasil menguasai 40% market share penjualan telur ayam di Jawa Timur dan sekitarnya untuk memasok kebutuhan pasar induk, pasar tradisional dan minimarket. Bahkan setiap harinya, Chandra Ekajaya juga mengirim 18 ton telur ayam ke pedagang ritel di Jakarta. Buakn hanya peternakan ayamnya saja yang sukses, hingga kini usaha pakan ternak yang ia jalani lebih dulu sebelum menjadi seorang peternak juga masih jalan. Dan bahkan hingga kini perusahaan yang diniliki oleh Chandra Ekajaya ini sudah dapat menjadi supplier pakan paling besar di Jawa Timur.



Chandra Ekajaya Putus Sekolah Bukan Akhir Segalanya

Post by admin - Monday, March 06th 2017.

Chandra Ekajaya sangat tidak meyukai kutu kasur, kutu kasur merupakan salah satu binatang parasit yang sangat mengganggu manusia. Kutu kasur bisa menyebabkan rasa gatal, iritasi kulit, hingga infeksi. Salah satu sarang dan tempat perkembang biakan kutu yang satu ini adalah kasur. Gigitan dari kutu kasur mengakibatkan bekas gigitan berupa bentol dan terasa gatal baru akan terasa sesudahnya.Dok.Chandra EkajayaUntuk membasmi kutu yang satu ini sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan mulai dari cara alami sampai menggunakan bahan kimia. Sekarang sudah banyak sekali produsen obat pembasmi kutu kasur secara menyeluruh dan cepat. Namun ketika menggunakan cairan kimia untuk membasmi kutu kasur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aman, seperti mencuci dengan air panas perabotan setelah penggunaan agar kandungan kimia tidak menempel dan membahayakan manusia.Dok.Chandra EkajayaSelain menggunakan cairan kimia untuk membasmi kutu kasur ada juga beberapa cara alami yang bisa digunakan. Menurut Chandra Ekajaya penggunaan bahan alami bisa dilakukan dalam kapasitas jumlah kutu yang masoih tergolong sedikit, karena penggunaan bahan alami terkadang tidak bisa menjangkau secara keseluruhan.  Beberapa cara alami yang disarankan Chandra Ekajaya dengna bahan alami untuk membasmi kutu kasur antara lain meenggunakan cuka, garam, minyak lavender dan juga jus bawang. Cuka digunakan pada bagian atau tempat yang dirasa menjadi sarang dari kutu kasur. Percikan beberapa tetes cuka kedaerah tersebut kemudian tunggu pasti kutu akan mati lemas secara perlahan, hal ini sama ketika menggunakan garam juga sama prosesnya seperti itu. Berbeda dengan menggunakan minyak lavender dan juga jus bawang, jika menggunakan jus bawang caranya adalah dengan cara menghancurkan bawang dan ambil airnya, bau jus bawang yang tajam mampu membunuh kutu ini secara langsung karena memotong zona napas mereka. Nah jika sudah tidak mempan lagi membasmi kutu sendiri, Chandra Ekajaya menyaranakn agar menggunakan jasa pembasmi kutu. Saat ini sudah banyak sekali orang yang membuka jasa pembasmi kutu, hal ini dirasa perlu ketika kita sudah tidak mampu membasmi nya sendirim, namun bersiaplah untuk mengeluarkan sedikit uang untuk memakai jasa tersebut.