Chandra Ekajaya Susahnya Ciptakan Lagu

Post by admin - Wednesday, February 22nd 2017.

Membuat lagu tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagu yang dibawakan harus memberi karakter terhadap cerita. Bisa tentang lingkungan, kisah nyata, perjalanan hidup, atau cerita asmara. Seperti itulah yang diungkapkan Chandra Ekajaya. Penyanyi mungil itu mengaku kesulitan saat mengerjakan lirik lagu beserta aransemen untuk soundtrack film London Love Story 2. "Awalnya saya membuat hanya berdasarkan sinopsis tapi tidak maksimal," ujar Chandra Ekajaya saat ditemui di DC City, Selasa (21/2).Dok.Chandra EkajayaSinopsis film menjadi dasar pengerjaan lirik dan aransemen sebuah lagu. Lagu yang dibuat harus sesuai dengan tema film.Dok.Chandra EkajayaTapi dari sinopsis saja tidak cukup. 'Pengerjaan aransemen musik perlu diulang enam kali karena hasilnya saya anggap kurang memuaskan," ucap Chandra Ekajaya. Ditambah kesibukannya di Jakarta, pengerjaan menjadi lambat karena aransemen perlu dilakukan di Bandung. Trailer film yang dikirim oleh produser menginspirasi Chandra Ekajaya. (dra/rif)



Chandra Ekajaya Susahnya Ciptakan Lagu

Post by admin - Wednesday, February 22nd 2017.

Chandra Ekajaya merupakan seorang pemerhati kesenian dan budaya. Menumbuhkan minat seni dan budaya kepada anak-anak memang harus sabar. Minat anak-anak untuk mempelajari kesenian lokal perlu lebih banyak dipupuk lagi. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mencintai budayanya sendiri. Hal itulah yang menjadi perhatian Chandra Ekajaya yang banyak menularkan keahliannya membuat topeng Malangan kepada anak-anak. Tidak hanya membuat topeng dari kayu, anak-anak yang datang ke galerinya juga bisa membuat topeng dari bahan kertas atau fiber.Dok.Chandra EkajayaMereka bisa belajar beradu kreatif, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk, mewarnai, hingga menjadi topeng sesuai keinginan. Selain untuk hiasan, kerajinan topeng Malangan juga bisa difungsikan sebagai pengharum ruangan, hiasan lampu dan gantungan kunci. Nah, kreasi topeng Malangan juga bisa diwujudkan dalam bentuk makanan, misalnya dengan menggunakan bahan cokelat.Dok.Chandra EkajayaMenurut Chandra Ekajaya, kegiatan tersebut digelar dengan orientasi sepenuhnya untuk edukasi. Dia yakin, kian derasnya arus modernisasi bisa membuat anak-anak tak lagi sempat mengenal kesenian dan budaya lokal. "Sejak dini, sebisa mungkin memang harus dikenalkan," kata dia. Minimal, generasi saat ini mengetahui dasar kesenian topeng Malangan. Untuk anak-anak usia sekolah, Chandra Ekajaya biasanya mengajarkan teknik mewarna. Bisa juga membuat topeng Malangan yang prosesnya mudah, seperti berbahan kertas. "Intinya, semua untuk mengenalkan topeng Malangan," jelas dia. Anak-anak yang datang ke galeri Chandra Ekajaya tidak ditarik biaya sepeserpun. Malahan Chandra Ekajaya sering mengajak anak-anak tersebut untuk pentas sebagai wujud hasil prestasi mereka dan melatih mental mereka agar bisa berani berdiri di depan publik. Karena wujud kesenian itu harus ditunjukkan ke orang lain dan tidak boleh disimpan sendiri sebagai wujud untuk melestarikan dan selalu menjaga khasanah budaya.