noise-canceling

Headphone Pabrikan Asal Jerman Andalkan Noise Canceling In-ear Wireless

Post by admin - Wednesday, March 15th 2017.
Sony in-ear Sennheiser Airpods LG wireless Momentum Earbud noise-canceling

Headphone Sennheiser, Sony, dan LG, telah menyiapkan alat penyalur suara yang akan memanjakan telinga konsumennya di dengan cara menyambungkan device dan headphone itu sendiri dengan wireless maupun Bluetooth sehingga lebih praktis dalam pengunaannya . Alat Ini bukan saja lebih simpel, menarik, dan pastinya canggih serta sangat nyaman digunakan . Momentum adalah nama headphone in-ear wireless terbaru besutan Sennheiser, Pabrikan asal Jerman ini memasangnya pada sebuah neckband, yang dapat terhubung perangkat lain via koneksi Bluetooth.Headphone Momentum terintegrasi dengan microphone sehingga dapat menerima telepon . Selain itu, ada tiga tombol untuk fungsi playback truiste di headphone in-ear wireless ini. Momentum sepertinya bakal menjadi pesaing produk Samsung Gear Iconx dan Apple AirPods. Sayangnya, masih belum diketahui daya tahan baterai dan cara mengisi ulang pangsa alat pendengar itu, Sony langsung mengeluarkan dua produk earbud wireless, yang diklaim memiliki fitur noise-canceling (kurangi kebisingan).in-ear wireless headphoneAda yang bagian utama head-phone-nya diletakkan di belakang leher pengguna, lalu ada sepasang earbud yang terhubung dengan bagian utama headphone itu. Model lain, earbud wireless dengan konsep mirip dengan earbud wireless Samsung Gear Ieon X dan Apple AirPods. Model ini dilengkapi doeking untuk mengisi ulang baterai sehingga apabila disaat penguna dimanjakan dengan kenyamanan dalam mendengarkan music tidak perlu takut kehabisan baterai. Tone Earbud itu berupa sepasang earbud wireless yang dapat diisi ulang baterainya jika disimpan pada neckband yang sudah disediakan. Nah, Neckband sekaligus mampu memberikan peringatan getar jika ada panggilan masuk atau pesan masuk. Selain itu, neckband menjadi tempat aman menyimpan earbuds ketika tidak digunakan, Tone Free diklaim mempu menawarkan fitur hands free ketika menjawab atau menolak panggilan dengan perintah suara. Dengan bertambahnya fitur tersebut tentu saja masalah kegunaan dan style sudah menjadi pilihan bebas para pengguna karena semua punya kelebihan dan kekurangan. Bagaimana, mau pilih yang mana?


Earbud

Headphone Pabrikan Asal Jerman Andalkan Noise Canceling In-ear Wireless

Post by admin - Wednesday, March 15th 2017.
Airpods Sony Sennheiser LG Momentum in-ear Earbud

Pengusaha Chandra Ekajaya memang sudah terkenal sebagai pelopor bubur ayam di kabupaten Wonosobo. Bagi dirinya, tidak ada penduduk Indonesia yang tidak mengenal bubur ayam. Menurutnya, makanan yang mempunyai nama bubur ayam ini sangat digemari oleh seluruh masyarakat. Bahkan di setiap daerah makanan ini mempunyai ciri khas masing-masing yang tentu saja berbeda di tempat lainnya.Dok.Chandra EkajayaBubur ayam buatan Chandra Ekajaya mempunyai ciri khas yang sangat unik, diantaranya menggunakan telur ayam setengah matang. Jika banyak penjual bubur di tempat lainnya menggunakan telur yang digoreng atau direbus hingga matang. Mereka takut jika memasak telur ayam setengah matang nantinya bubur akan terasa amis.Dok.Chandra EkajayaTetapi pengusaha satu ini sungguh cerdas. Ia bisa membuat bubur ayam miliknya tidak terasa amis meski mencampurkan telur setengah matang ke dalamnya. Ia pun berkenan membeberkan rahasianya. Ia mengatakan bahwa ia menggunakan racikan khusus yang dapat mencegah bau amis. Racikan itu terbuat dari bahan rempah-rempah pilihan yang hanya dirinya yang tahu resepnya. Rasa adalah hal utama yang diperhatikan oleh pria paruh baya ini. Sebab konsumen atau pelanggan kuliner pasti lebih mementingkan rasa di atas segalanya. Mengenai tampilan, suasana, dan sebagainya itu juga perlu diperhatikan. Tetapi itu bukanlah hal yang utama. Rasa adalah daya tarik utama yang sangat menggoda dan membuat konsumen berselera.Chandra Ekajaya pun enggan menggunakan penyedap rasa buatan. Rasa lezat dan harum yang sedap dari bubur ayam buatannya menggunakan bahan-bahan alami dan pilihan asli dari Nuswantara. Terlebih disajikan di suasana yang dingin, tentu saja akan menambah nikmat. Setiap harinya ada ratusan pelanggan yang datang berkunjung. Bahkan setiap hari 300 mangkuk pun habis, karena banyak pelanggan yang membungkus pesanannya.


Sennheiser

Headphone Pabrikan Asal Jerman Andalkan Noise Canceling In-ear Wireless

Post by admin - Wednesday, March 15th 2017.
in-ear wireless LG headphone Apple Sony Sennheiser

Banyak remaja yang tidak seberuntung kebanyakan orang, Chandra Ekajaya yang dahulunya tidak tamat dalam menyelesaikan pendidikan SMA nya ternyata dapat mematahkan sebuah pernyataan tersebut. Menurutnya karena ia sadar bahwa ia adalah seorang yang tidak tamat dalam pendidikannya maka ia harus berusaha tiga kali lipat lebih keras dari orang-orang yang dapat menyelesaikan pendidikannya secara utuh.Dok.Chandra EkajayaSituasi keuangan yang kurang  kondusif pada tahun 1966 menyebabkan ia harus keluar dari sekolahnya dan Chandra Ekajaya yang saat itu baru berusia 15 tahun pun kesulitan melanjutkan sekolah.Tak ingin menganggur, Chandra Ekajaya pun membantu orang tuanya berdagang di toko roti. Dari situlah Chandra Ekajaya mulai berkenalan dengan supplier pakan ternak ayam. Mengikuti intuisi bisnisnya, Bapak dua orang putri ini akhirnya memberanikan diri menjadi supplier pakan ternak ayam dan Chandra Ekajaya membulatkan tekadnya untuk menjadi pengusaha pakan ternak ayam.  Dok.Chandra EkajayaSeperti dilakukan orang tuanya, untuk mengatur keuangan dengan cermat, Chandra Ekajaya pun menyimpan hasil jerih payahnya dengan menabung di bank. Masih lekat dalam kenangan Chandra Ekajaya, saat mengisahkan cerita suksesnya menjadi pengusaha ternak ayam petelur. Temannya kala itu mempunyai sebuah andil besar dalam awal mula bisnis peternakan ayam milik Chandra Ekajaya. Karena Chandra Ekajaya meminjam modal awal kepada temannya itu. Kini Chandra Ekajaya memiliki lahan peternakan seluas 20 hektar dengan populasi 700.000 ayam petelur dan memberikan lahan pekerjaan tak kurang dari 200 orang. Di bawah bendera PT Cakar Kuning, peternakan Chandra Ekajaya berhasil menguasai 40% market share penjualan telur ayam di Jawa Timur dan sekitarnya untuk memasok kebutuhan pasar induk, pasar tradisional dan minimarket. Bahkan setiap harinya, Chandra Ekajaya juga mengirim 18 ton telur ayam ke pedagang ritel di Jakarta. Buakn hanya peternakan ayamnya saja yang sukses, hingga kini usaha pakan ternak yang ia jalani lebih dulu sebelum menjadi seorang peternak juga masih jalan. Dan bahkan hingga kini perusahaan yang diniliki oleh Chandra Ekajaya ini sudah dapat menjadi supplier pakan paling besar di Jawa Timur.