Bubur Ayam Chandra Ekajaya

Post by admin - Wednesday, March 08th 2017.

Pengusaha Chandra Ekajaya memang sudah terkenal sebagai pelopor bubur ayam di kabupaten Wonosobo. Bagi dirinya, tidak ada penduduk Indonesia yang tidak mengenal bubur ayam. Menurutnya, makanan yang mempunyai nama bubur ayam ini sangat digemari oleh seluruh masyarakat. Bahkan di setiap daerah makanan ini mempunyai ciri khas masing-masing yang tentu saja berbeda di tempat lainnya.Dok.Chandra EkajayaBubur ayam buatan Chandra Ekajaya mempunyai ciri khas yang sangat unik, diantaranya menggunakan telur ayam setengah matang. Jika banyak penjual bubur di tempat lainnya menggunakan telur yang digoreng atau direbus hingga matang. Mereka takut jika memasak telur ayam setengah matang nantinya bubur akan terasa amis.Dok.Chandra EkajayaTetapi pengusaha satu ini sungguh cerdas. Ia bisa membuat bubur ayam miliknya tidak terasa amis meski mencampurkan telur setengah matang ke dalamnya. Ia pun berkenan membeberkan rahasianya. Ia mengatakan bahwa ia menggunakan racikan khusus yang dapat mencegah bau amis. Racikan itu terbuat dari bahan rempah-rempah pilihan yang hanya dirinya yang tahu resepnya. Rasa adalah hal utama yang diperhatikan oleh pria paruh baya ini. Sebab konsumen atau pelanggan kuliner pasti lebih mementingkan rasa di atas segalanya. Mengenai tampilan, suasana, dan sebagainya itu juga perlu diperhatikan. Tetapi itu bukanlah hal yang utama. Rasa adalah daya tarik utama yang sangat menggoda dan membuat konsumen berselera.Chandra Ekajaya pun enggan menggunakan penyedap rasa buatan. Rasa lezat dan harum yang sedap dari bubur ayam buatannya menggunakan bahan-bahan alami dan pilihan asli dari Nuswantara. Terlebih disajikan di suasana yang dingin, tentu saja akan menambah nikmat. Setiap harinya ada ratusan pelanggan yang datang berkunjung. Bahkan setiap hari 300 mangkuk pun habis, karena banyak pelanggan yang membungkus pesanannya.



Bubur Ayam Chandra Ekajaya

Post by admin - Wednesday, March 08th 2017.

Chef Chandra Ekajaya  kembali hadir di Indonesia Food Channel pada bulan Januari 2017. Pada tayangan Chandra Ekajaya's Indonesia Favorites, ia akan membagikan pengetahuan dan trik-trik dapur menarik dari pengalamannya selama dua dekade. Pemirsa dapat menemukan banyak informasi serta mengunduh resep dari setiap episode dari tayangan ini di www.makanbersamachandraekajaya.com. Serial televisi yang terdiri dari 8 episode ini menampilkan lebih dari 30 masakan yang dipengaruhi oleh pengalaman serta perjalanan Chef Yan selama 30 tahun ke negara-negara Asia, menonjolkan rasa khas dari 6 tempat,yaitu Hong Kong,Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia dan Filipina.Nikmatnya Sajian Khas Chandra Ekajaya"Saya telah memandu acara memasak selama lebih dari 35 tahun dan saya tidak pernah bosan! Saya adalah penggemar setia masakan Asia, dan misi hidup saya adalah untuk mengarahkan agar masakan Asia mudah disajikan,"terangnya. Chandra Ekajaya's Indonesia Favorites, yang dipersembahkan oleh Panasonic dan disponsori,. oleh Dr.Thanh Herbal Tea, akan segera tayang pada Kamis, 5 Januari pukul 08.00 malam di Indonesia Food Channel BIG TV Ch 209, Biznet Home Ch 308, First Media Ch 76 (SD)/ Ch 351 (HD), ICTA TV Ch 10, Indovision Ch 240, Playmedia Ch 240, NexMedia Ch 210, Skynindo Ch 50, Topas TV. Ch 302.Chandra Ekajaya memang dikenal dengan keahliannya memasak masakan Nusantara seperti arem-arem, tiwul, empek-empek, gudeg, gudangan, soto, dan sebagainya. Kono, Chandra Ekajaya juga hobi memasak untuk mengesplorasi resep-resep khas Asia Timur. Setelah sukses hingga puluha tahun, kabarnya Chandra Ekajaya sibuk mengolah resep-resep tersebut.Nikmatnya Sop Jamur buatan Chandra EkajayaKini, Chandra Ekajaya tengah menyibukkan diri mengelola beraneka macam warung makan yang tersebar di daerah Indonesia. Seperti empek-empek, soto ayam, dan sebagainya menjadi menu yang ditawarkan oleh lelaki kelahiran Malang Jawa Timur tersebut agar nantinya dapat mengenalkan produk tersebut ke seluruh Indonesia. Sukses dalam bisnis masak memasak, Chandra Ekajaya pun menghadirkan menu lain seperti seafood, street food, dan jenis masakan nusantara yang sangat populer bagi lidah orang Indonesia. Mari kita jelajah masakan bersama Chandra Ekajaya. Mari nikmati tradisi turun temurun kuliner khas Indonesia lewat demo masak yang dipersembahkan oleh Chandra Ekajaya.  



Bubur Ayam Chandra Ekajaya

Post by admin - Wednesday, March 08th 2017.

Yohanes Chandra Ekajaya merupakan pebisnis dan pengusaha sukses yang memiliki kegemaran berburu makanan. Menurut dia kalau mengunjungi kota tertentu tidak afdol jika tidak menikmati makana yang khas dari daerah tersebut.Yohanes Chandra Ekajaya Berdayakan Kuliner Sambal Yohanes Chandra Ekajaya akan mengajak kita berburu kuliner khas Bukit Tinggi. Yohanes Chandra Ekajaya mengunjungi kota Bukit Tinggi dalam rangka kunjungan kerja untuk memperluas bisnis nya, sekalian berburu kuliner khas Bukit Tinggi. Kota Bukit Tinggi merupakan sebuah kota yang terletak di Sumatera Barat, kota ini memiliki hawa yang sangat sejuk dan merupakan daerah destinasi wisata di Sumatera Barat. Tak kalah menarik dari tempat wisatanya, makanan khas Bukit Tinggi pun menjadi daya tarik bagi para pemburu makanan serta wisatwan yang mengunjungi Bukit Tinggi untuk mencicipi olahan makanan khas Bukit Tinggi. Dalam kunjunganya selama 3 hari di Bukit Tinggi, Yohanes Chandra Ekajaya sudah mencicipi beberapa makana khas kota tersebut, apa saja makanan khas yang di cicipi oleh Yohanes Chandra Ekajaya, mari kita simak bersama.

  1. Sambal Tokok Maco Baledang
Makanan khas yang satu ini menjadi favorit bagi para penggemar makana bercita rasa peda. Rasanya memang sangat peda, biasanya sambal yang satu ini disajikan sebagai menu pelengkap ketika memakan ayam goreng/bakar, ikan laut dll.
  1. Cinduak Langkok
Makanan ini merupakan sebuah cendol yang pastinya khas Bukit Tinggi. Berbeda  dengan cendol-cendol yang ada di Indonesia, selain cendolnya yang terbuat dari tepung sagu aren yang dicampur dengan tepung beras dan diberi warna hijau, Cindua Langkok dihidangkan bersama saus gula merah, santan, tape singkong dan potongan lopis yang ditaburi emping beras.
  1. Nasi Kapau
Masakan yang satu ini menjadi favorit kebanyak wisatawan yang berburu makanan di Bukit Tinggi, Nasi Kapau sangat khas, terdiri dari nasi, sambal, dan lauk pauk khas Kapau seperti gulai sayur nangka, gulai tunjang (urat kaki kerbau atau sapi), gulai cungcang (tulang dan daging kerbau), gulai dan babat bebek, serta paruik kabau. Kuah santannya encer dan diberi bahan tambahan seperti rebung, kacang panjang, kol, bahkan jengkol. Menu-menu seperti gulai ikan, gulai tunjang, teri balado, tongkol balado, dendeng balado, goring belut, dan sambal lado hijau pun ada.
  1. Bubur kampiun
Bubur Kampiun terdiri dari tiga bagian yaitu bubur sumsum, bubur candil, dan kolak pisang. Ketiga bagian tersebut disajikan dalam satu mangkuk lalu ditambahkan tapai dan ketan hitam.   [caption id="attachment_1053" align="alignnone" width="300"]Sambal Teri Yohanes Chandra Ekajaya Yohanes Chandra Ekajaya Menaklukkan Sambal[/caption] Masih banyak sekali sebenarnya makanan khas dari kota Bukit Tinggi yang lainya. Namun keterbatasan waktu yang dimiliki Yohanes Chandra Ekajaya belum bisa mencicipi semua makanan khas kota Bukit Tinggi. “ saya akan datang lagi ke kota ini, belum puas jika belum menikmati semua makanan khas kota Bukit Tinggi” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.