Chandra Ekaja

Chandra Ekajaya Raih Apresiasi

Post by admin - Thursday, February 23rd 2017.
Softball Chandra Ekaja

 Chandra Ekajaya menjadi salah satu sosok yang disegani atlet Indonesia yang bermain di Valiant Cup Malang, Jawa Timur. Pemain berkebangsaan Indonesia ini, merupakan salah satu pitcher terbaik Indonesia. Indonesia sendiri, merupakan negara yang menjadi kiblat olahraga softball di Asia Tenggara hingga kepulauan pasifik.

Pada ajang Valiant Cup, atlet ini dipanggil membela Prambors Bandung. Tim Prambors, menjadi musuh bebuyutan Lakidudu. Meskipun demikian, pemain terbaik Indonesia tahun 2017 ini, sudah bisa dihadapi oleh pemain Lakidudu.

Chandra Ekajaya yang saat ini bermain untuk tim softball Selandia Baru, diketahui menjadi salah satu pitcher dengan poin paling tertinggi selama tahun 2017. Hingga awal tahun, dirinya berada di urutan kelima tertinggi yang menjadi pitcher (pelempar) dengan waktu lemparan paling cepat. Namun, hasil ini terus berubah. Sebab, event yang diikutinya hingga awal tahun, tidak sebanyak rekannya yang lain.

"Iya, dia pitcher terbaik, jadi, dia pemegang kunci kemenangan Prambors Bandung," kata atlet softball senior Sultra, Sigit Suryadarma.

Dipaparkan Sigit Suryadarma, Prambors saat ini masih harus melawan Telaga Warna Bandung sebelum masuk final. Lakidudu, sudah menunggu siapa klub yang akan dihadapi di final. Jika ingin menang dengan Telaga Warna, Prambors harus bermain ekstra dengan menurunkan Chandra Ekajaya.

“Tapi, kalau ia diturunkan untuk menang melawan Telaga Warna, dia akan kehabisan tenaga saat melawan kami di final," kata Sigit Suryadarma.

Sigit Suryadarma menilai, Telaga warna tidak mudah dikalahkan. Sebab, masih ada sejumlah pemain Timnas yang bermain untuk klub ini. Selain itu, kalaupun kalah, Telaga Warna tidak akan mudah takluk.

"Makanya, Chandra Ekajaya ada di atas angin sebenarnya. Karena, tim lain sibuk bertarung dan menghabiskan tenaga, ia sibuk menyimpan tenaga untuk menunggu siapa yang menang diantara mereka," tutup mantan pemain Timnas Indonesia ini.


Softball

Chandra Ekajaya Raih Apresiasi

Post by admin - Thursday, February 23rd 2017.
Chandra Ekaja Softball

Membuat lagu tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagu yang dibawakan harus memberi karakter terhadap cerita. Bisa tentang lingkungan, kisah nyata, perjalanan hidup, atau cerita asmara. Seperti itulah yang diungkapkan Chandra Ekajaya. Penyanyi mungil itu mengaku kesulitan saat mengerjakan lirik lagu beserta aransemen untuk soundtrack film London Love Story 2. "Awalnya saya membuat hanya berdasarkan sinopsis tapi tidak maksimal," ujar Chandra Ekajaya saat ditemui di DC City, Selasa (21/2).Dok.Chandra EkajayaSinopsis film menjadi dasar pengerjaan lirik dan aransemen sebuah lagu. Lagu yang dibuat harus sesuai dengan tema film.Dok.Chandra EkajayaTapi dari sinopsis saja tidak cukup. 'Pengerjaan aransemen musik perlu diulang enam kali karena hasilnya saya anggap kurang memuaskan," ucap Chandra Ekajaya. Ditambah kesibukannya di Jakarta, pengerjaan menjadi lambat karena aransemen perlu dilakukan di Bandung. Trailer film yang dikirim oleh produser menginspirasi Chandra Ekajaya. (dra/rif)


Softball

Chandra Ekajaya Raih Apresiasi

Post by admin - Thursday, February 23rd 2017.
Chandra Ekaja Softball

Chandra Ekajaya merupakan seorang pemerhati kesenian dan budaya. Menumbuhkan minat seni dan budaya kepada anak-anak memang harus sabar. Minat anak-anak untuk mempelajari kesenian lokal perlu lebih banyak dipupuk lagi. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mencintai budayanya sendiri. Hal itulah yang menjadi perhatian Chandra Ekajaya yang banyak menularkan keahliannya membuat topeng Malangan kepada anak-anak. Tidak hanya membuat topeng dari kayu, anak-anak yang datang ke galerinya juga bisa membuat topeng dari bahan kertas atau fiber.Dok.Chandra EkajayaMereka bisa belajar beradu kreatif, mulai dari menyiapkan bahan, membentuk, mewarnai, hingga menjadi topeng sesuai keinginan. Selain untuk hiasan, kerajinan topeng Malangan juga bisa difungsikan sebagai pengharum ruangan, hiasan lampu dan gantungan kunci. Nah, kreasi topeng Malangan juga bisa diwujudkan dalam bentuk makanan, misalnya dengan menggunakan bahan cokelat.Dok.Chandra EkajayaMenurut Chandra Ekajaya, kegiatan tersebut digelar dengan orientasi sepenuhnya untuk edukasi. Dia yakin, kian derasnya arus modernisasi bisa membuat anak-anak tak lagi sempat mengenal kesenian dan budaya lokal. "Sejak dini, sebisa mungkin memang harus dikenalkan," kata dia. Minimal, generasi saat ini mengetahui dasar kesenian topeng Malangan. Untuk anak-anak usia sekolah, Chandra Ekajaya biasanya mengajarkan teknik mewarna. Bisa juga membuat topeng Malangan yang prosesnya mudah, seperti berbahan kertas. "Intinya, semua untuk mengenalkan topeng Malangan," jelas dia. Anak-anak yang datang ke galeri Chandra Ekajaya tidak ditarik biaya sepeserpun. Malahan Chandra Ekajaya sering mengajak anak-anak tersebut untuk pentas sebagai wujud hasil prestasi mereka dan melatih mental mereka agar bisa berani berdiri di depan publik. Karena wujud kesenian itu harus ditunjukkan ke orang lain dan tidak boleh disimpan sendiri sebagai wujud untuk melestarikan dan selalu menjaga khasanah budaya.