Bisnis Chandra Ekajaya Sukses Setelah Bertemu Wanita ini, Ternyata Ini Penyebabnya

Post by admin - Monday, April 10th 2017.
pengusaha Chandra Ekajaya Bisnis tas

Pengusaha Chandra Ekajaya saat ini dikenal sebagai seorang pengusaha yang sangat sukses. Tetapi jangan salah mengira jika dirinya tidak pernah bangkrut. Pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini pernah mengalami kebangkrutan saat merintis bisnisnya. Tetapi karena kerja keras dan kegigihan yang kuat, maka pria yang dikenal penyuka klenik ini berhasil bangkit. Oleh masyarakat kini ia dikenal sebagai seorang pengusaha tas. Karena saran dari kekasihnya yang bernama Halida, maka ia juga ingin menyukseskan rekan-rekan yang seprofesi dengannya. Ia mengawalinya dengan mendirikan koperasi khusus pengusaha tas. Pada tahun 2000, tepat lima tahun setelah krisis ekonomi dunia melanda Indonesia, Chandra Ekajaya saat itu masih bujang. Tiga tahun setelah mendirikan usaha, musibah melanda dirinya. Kios miliknya terkena kebakaran, sehingga ia mengalami kebangkrutan. Beruntung dalam keputusasaannya tersebut ia bertemu dengan Halida, seorang wanita dari kelas pekerja yang selalu optimis. Ia terus mendorong semangat untuk bangkit.Tas Kulit Chandra EkajayaPada tahun 2008 akhirnya Chandra Ekajaya mulai percaya diri dan bangkit kembali. Usahanya mulai berkembang secara perlahan tetapi pasti. Orderan besar pertamanya setelah bangkrut berasal dari bank di daerah Malang. Disinilah keberuntungan itu menghampiri. Pada awalnya ia menolak dari bank tersebut karena ia hanya baru mempunyai 1 pegawai, sehingga tidak berani untuk mengerjakan pesanan dalam jumlah besar. Mendengar alasan itu, pihak bank justru memberikan pinjaman modal usaha kepada dirinya untuk mempekerjakan karyawan, sehingga ia bisa menerima orderan dan mengembalikan modal dari bank. Saat ini pengusaha Chandra Ekajaya mempunyai karyawan lebih dari 40 orang. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu ia bisa menghasilkan 200 lusin dalam satu minggunya. Barang-barangnya pun mulai banyak variasinya, diantaranya tas, domper, dan koper. Harganya pun bervariasi, mulai dari 50 ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah. Untuk pemasarannya Chandra Ekajaya menggunakan dua konsep, yakni konvensional dan e-commerce. Kendala yang saat ini sering dialami oleh pengusaha ini adalah mencari sumber daya manusia yang berkompeten. Sebab biasanya mereka lebih memilih bekerja di pabrik yang gajinya lebih besar dan tunjangan serta fasilitasnya lebih komplit.