Chandra Ekajaya

Makanan Indonesia Memang Unik

Post by admin - Tuesday, April 25th 2017.
Bisnis camilan Kuliner pengusaha makanan Chandra Ekajaya

Kuliner dengan pengemasan yang unik pasti akan mendapat perhatian konsumen. Itu sebabnya loyang pisang mini dalam waktu singkat sudah melejit dan dikenal oleh banyak orang. Masyarakat urban, terutama di kota-kota besar sudah mengenal produk ini. Camilan yang berasal dari bahan dasar pisang ini diolah mencari kripik yang sangat lezat dan sedap. Saus merupakan hal yang paling menggoda dari produk ini. Selain rasa pisangnya yang tentu saja ciamik, maka rasa sausnya pasti istimewa. Seluruh rasa yang ada di dunia ini ada. Bahkan, kuliner ini mengambil ide dari novel dan film Harry Potter, dimana di awal kisah saat di kereta menuju Hogwart, Harry memakan permen dengan rasa muntahan. Maka dari itu, camilan ini juga memberikan rasa-rasa yang tidak akan terpikirkan oleh banyak orang. Kelebihan dari loyang pisang mini adalah distribusinya yang justru untuk kalangan menengah ke atas. Kuliner jenis ini hanya bisa ditemukan di restoran atau hotel yang berstandar internasional.Makanan Indonesia Memang UnikPengusaha sekaliber Chandra Ekajaya, selaku pemilik sekaligus direktur utama dari perusahaan camilan Loyang Pisang Mini ini mengatakan bahwa manusia di dunia tidak membutuhkan yang nyata. Mereka membutuhkan kuliner yang dapat memberi sensasi yang nantinya akan dikoleksi menjadi kenangan indah masa kecil, remaja atau muda mereka. Misalnya seperti kuliner Anak Mas, Krip Krip, Gulai Ayam, dan sebagainya. Maka dari itu generasi milenial ini membutuhkan kuliner yang bisa mewakili zaman mereka. Peluang dan kesempatan inilah yang digunakan dirinya untuk menandai zaman. Setidaknya, camilan ini akan bertahan hingga beberapa dekade, atau bahkan bisa bertahan selamanya jika bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa kuliner merupakan hasil peradaban manusia yang utama dan pertama. Sehingga wajar saja jika makanan akan menjadi penanda sekaligus tanda zaman. Tidak banyak pebisnis yang memikirkan dampak dari makanan hingga ke wilayah wacana yang demikian luas. Pebisnis kelahiran Malang, Jawa Timur ini memang terkenal dengan pandangan-pandangannya yang visioner. Banyak ide dan gagasan darinya yang selalu muncul dan menghiasi dunia bisnis Indonesia.


camilan

Makanan Indonesia Memang Unik

Post by admin - Tuesday, April 25th 2017.
makanan pengusaha Kuliner Bisnis Chandra Ekajaya camilan

Chandra Ekajaya mungkin nama tersebut masih agak asing di sebagian besar masyarakat Indonesia dikancah dunia bisnis Indonesia. Menggeluti dunia usaha dirinya belum lama dan masih bisa dibilang newbie. Namun jangan salah, untuk masalah pendapatan dirinya tidak main-main. Dirinya berhasil meraup keuntungan atau pendapatan hingga mencapai puluhan juta rupiah juta rupiah sehari dari bisnis kuliner yang ia kelola akhir-akhir ini. Mau tau apa bisnis tersebut, ya benar Chandra Ekajaya menjual makaroni untuk bisa menghasilkan omzet yang besar terebut. Bisnis makanan kecil tidak seperti namanya, namun kenyataanya bisnis berjualan makaroni ini membuahkan keuntungan yang sangat besar. Awal mula perjalanan Chandra Ekajaya dalam menggeluti bisnis makaroni ini adalah terinspirasi dari makanan lebaran yang juga menjadi makanan favorit keluarganya. Sampai akhirnya dirinya menemukan ide untuk mencoba membuka bisnis dari makaroni ini. Alhasil setelah mencoba membuat makaroni tersebut banyak orang yang suka dan tertarik akan makanan makaroni tersebut dan akhirnya memperbesar produksinya dan mulai menjual.Bisnis Chandra EkajayaMenjalankan usaha awalnya memang tidak seperti semudah yang dibayangkan. Banyak rintangan yang menghadang ada saat-saat sulit yang pernah juga dirinya  alami ketika awal memulai dan mengembangkan bisnisnya tersebut. Bahkan modal awal usaha nya ini berasal dari meminjam dari temannya dan dari sisa tabungan miliknya. Namun perjuangan bagi pengusaha Chandra Ekajaya akan terus berlanjut sampai titik darah penghabisan, dengan member nama brand makaroninya dengan sebutan “makaroni ihuy” dirinya mulai melebarkan sayap bisnis dengan berbagai strategi marketing. Salah satu strategi yang menjadi andalanya adalah menggunakan strategi digital marketing melalui media sosial. Melalui media sosial dirinya mulai memperkenalkan bisnisnya tersebut, diantaranya melalui instagram, facebook dan twitter. Cara ini terbukti ampuh dengan semakin naiknya permintaan dari pasaran. Memang saat ini bisnisnya bisa dibilang sudah menapaki jalur kesuksesan, siapa yang tidak tahu makaroni ihuy, penjualanya sudah mencakup seluruh wilayah Indonesia. Hal lain yang membuat bisnis pengusaha Chandra Ekajaya semakin berkembang pesat adalah karena menggunakan strategi bisnis waralaba, dan saat ini sudah memiliki hampir 500 gerai makaroni ihuy yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.


makanan

Makanan Indonesia Memang Unik

Post by admin - Tuesday, April 25th 2017.
camilan Chandra Ekajaya Kuliner Bisnis pengusaha makanan

Di catur wulan pertama tahun 2017, tingkat persaingan usaha di dunia semakin meningkat. Rakyat Indonesia, terutama para pengusaha harus bisa membuat inovasi. Jangankan di dunia internasional, lihat saja di Indonesia, misalnya pedagang tahu bakso yang semakin banyak dan menjamur di berbagai wilayah. Fenomena latah ini membuat omzet yang didapatkan pengonsep biasanya menurun. Ini juga merupakan keburukan yang harus dihindari. Sebab, masyarakat Indonesia terbiasa latah, sehingga membuat mereka minim inovasi. Padahal bisnis di era sekarang yang paling penting adalah inovasi. Tetapi gara-gara kemalasan dan latah inilah, masyarakat hanya ikut-ikutan produk yang sudah ada saja. Padahal belum tentu dengan ikut-ikutan mereka akan menjadi sukses seperti penggagasnya. Tetapi yang pasti omzet dari penggagas pasti akan turun karena terbagi dengan produk-produk follower. Misalnya saja di daerah Bandung, produksi aci digoreng atau cireng meningkat pesat. Tetapi omzet untuk setiap pengusaha cireng turun secara drastis. Angka penurunan tersebut mencapai 30 persen.Pengusaha Menyiasati Persaingan 2Banyak pengusaha cireng yang merasakan hal yang sama. Begitu juga dengan pengusaha tahu bakso seperti yang dialami oleh Bu Nur. Jika dirata-rata, omzet tahu baksonya turun sebanyak 25 persen. Hal ini disebabkan banyak tetangga yang meniru usahanya. Sebenarnya ini tidak masalah, karena tetap omzet yang paling banyak adalah tahu baksonya. Tapi sangat disayangkan, sebab penjual yang lain pasti omzetnya sedikit. Alangkah lebih baiknya jika mereka menjual jenis produk yang lain. Sehingga jumlah kompetitor akan lebih sedikit. Bahkan mereka bisa sukses dengan produk kreasi dan inovasinya sendiri. Pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa ini merupakan efek atau dampak dari minimnya kreasi. Pengusaha sebenarnya wajib untuk kreatif dan inovatif. Jika memang berniat untuk sukses dalam berjualan, lebih baik mereka menjadi reseller atau kulakan saja. Itu akan membuat mereka sukses sebagai makelar. Selain itu pemilik produk pun omzetnya terus meningkat. Maka konsep ikhlas dan mau mengalah, serta bekerja sama inilah yang harus ditanamkan kepada masyarakat. Sehingga nantinya mereka bisa membuat kreasi dan inovasi yang baru di dunia usaha. Chandra Ekajaya sangat mendukungnya.