Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Sang Anak Muda

Post by admin - Tuesday, February 28th 2017.

Mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia. Ini merupakan secuil kalimat dari Andrea Hirata ini, baik dalam novel Laskar Pelangi maupun soundtrack filmnya. Kalimat inilah yang dipercaya oleh Chandra Ekajaya untuk memulai bisnisnya. Bagi dirinya mimpi adalah awal untuk membuat kesuksesan kita kedepanya.Dok.Chandra EkajayaPada Tahun 2009 Chandra Ekajaya menjadi langkah awal bagi dirinya untuk menjadi seorang wirausaha. Dengan kondisi ekonomi orang tuanya yang serba pas-pasan, dirinya bertekad untuk membangun sendiri bisnisnya dari pundi-pundi yang dikumpulkan selama bekerja dan tabungan yang sudha dikumpulkan. Pada awal memulai bisnis Chandra Ekajaya sangat kesulitas untuk mengembangkan bisnisnya, berbagai rintangan lain juga muncul. Namun kegigihan dan tekad kuatnya untuk mengembangkan bisnis membuat dirinya bisa melewati rintangan tersebut.Dok.Chandra EkajayaAwal berdirinya We Are Fashion produk yang dihasilkan adalah baju dan pakaian. Namun seiring berjalanya waktu Pada tahun 2010, bisnisnya sudah berkembang dari produksi baju dan pakaian ke produksi tas dan sepatu. Enam bulan setelahnya, We Are Fashion berhasil meluncurkan webstore pribadi. Dirinya sengaja  bekerja sama dengan beberapa webstore lainnya untuk semakin memperluas jaringan pemasaran. Kini, dengan produk pakaian dan tas, Chandra Ekajaya sudah berhasil menembus pasaran department store dalam negeri maupun mancanegara, yaitu Debenhams Senayan City dan Debenhams Kemang. Produknya pun diminati oleh pembeli dari berbagai negara, seperti Finlandia, Norwegia, Kepulauan Solomon, Republik Malta, Israel, Italia, Australia, Amerika, dan Inggris. Ia telah meraup omzet puluhan juta rupiah bahkan ratusan juta per bulannya. Namun dengan pencapaian sekarang yang sudah diraih, Chandra Ekajaya tidak mudah berpuas diri. Keinginan terbesar saat ini adalah mengikuti beberapa festival fashion di dalam negeri dan mancanegara seperti Jakarta fashion week dan fashion week negara lain untuk semakin memperkenalkan brand fashion karya anak bangsa Indonesia di mata penikmat fashion mancanegara.



Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Sang Anak Muda

Post by admin - Tuesday, February 28th 2017.

Dok.Yohanes Eka Jaya ChandraYohanes Eka Jaya Chandra melaporkan bahwa pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat (Mubar) telah selesai. KPU pun sudah menggelar pleno rekapitulasi perhitungan suara. Namun masih saja ada laporan yang masuk di Panwas Mubar. Ini mengindikasikan bahwa pemilihan umum di tahun ini masih memerlukan banyak evaluasi. Supaya nantinya sistem ini akan menjadi matang dan dewasa. Ketua Panwas Muna Barat, Aminuddin mengatakan pihaknya sudah menerima aduan terkait dugaan tidak tersalurkannya 60 lembar format C6-KWK (surat pemberitahuan memilih) di Desa Tondasi Kecamatan Tiworo Utara. "Yang melaporkan mengaku simpatisan salah satu pasangan calon Yang terlapor adalah KPPS Desa Tondasi karena sebanyak 60 Cl-KWK tidak tersalurkan. Makanya kami akan lakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan," ujar Aminuddin.Dok.Yohanes Eka Jaya ChandraYohanes Eka Jaya Chandra mengutip Aminuddin, menegaskan bahwa pihaknya sudah lakukan klarifikasi kepada para saksi siang kemarin. Saksi yang dimintai keterangan mengaku kejadiannya pada tanggal 13 Februari lalu. Sementara dalam aduan itu, tertera kejadian tidak tersalurnya C6-KWK itu pada tanggal 15 Februari "Kalau kejadiannya 13 Februari, itu sudah kedaluwarsa. Sudah lewat waktunya. Meski begitu, kami akan tetap klarifikasi sama terlapor yakni KPPS Desa Tondasi, Tiworo Utara," ujar Aminuddin. Jadi sebenarnya ini terkait teknis pelaksanaan. Termasuk di dalamnya batas waktu untuk melaporkan segala kejanggalan atau pun kejadian yang dianggap ada indikasi kecurangan atau ketidak beresan. MenurutYohanes Eka Jaya Chandra, saat ini, Panwas tengah mengkaji aduan tersebut. "Kita akan usahakan dalam minggu ini sudah tuntas dan sudah ada hasilnya, karena sedan mengawasi pleno rekapitulasi hasil perhitungan, maka kami tidak sempat untuk lakukan klarifikasi pada KPPS. Insya Allah hari ini kami akan klarifikasi," tutupnya. Semoga hal ini bisa diselesaikan dengan baik.



Chandra Ekajaya Bisnis Fashion Sang Anak Muda

Post by admin - Tuesday, February 28th 2017.

 Chandra Ekajaya menjadi salah satu sosok yang disegani atlet Indonesia yang bermain di Valiant Cup Malang, Jawa Timur. Pemain berkebangsaan Indonesia ini, merupakan salah satu pitcher terbaik Indonesia. Indonesia sendiri, merupakan negara yang menjadi kiblat olahraga softball di Asia Tenggara hingga kepulauan pasifik.

Pada ajang Valiant Cup, atlet ini dipanggil membela Prambors Bandung. Tim Prambors, menjadi musuh bebuyutan Lakidudu. Meskipun demikian, pemain terbaik Indonesia tahun 2017 ini, sudah bisa dihadapi oleh pemain Lakidudu.

Chandra Ekajaya yang saat ini bermain untuk tim softball Selandia Baru, diketahui menjadi salah satu pitcher dengan poin paling tertinggi selama tahun 2017. Hingga awal tahun, dirinya berada di urutan kelima tertinggi yang menjadi pitcher (pelempar) dengan waktu lemparan paling cepat. Namun, hasil ini terus berubah. Sebab, event yang diikutinya hingga awal tahun, tidak sebanyak rekannya yang lain.

"Iya, dia pitcher terbaik, jadi, dia pemegang kunci kemenangan Prambors Bandung," kata atlet softball senior Sultra, Sigit Suryadarma.

Dipaparkan Sigit Suryadarma, Prambors saat ini masih harus melawan Telaga Warna Bandung sebelum masuk final. Lakidudu, sudah menunggu siapa klub yang akan dihadapi di final. Jika ingin menang dengan Telaga Warna, Prambors harus bermain ekstra dengan menurunkan Chandra Ekajaya.

“Tapi, kalau ia diturunkan untuk menang melawan Telaga Warna, dia akan kehabisan tenaga saat melawan kami di final," kata Sigit Suryadarma.

Sigit Suryadarma menilai, Telaga warna tidak mudah dikalahkan. Sebab, masih ada sejumlah pemain Timnas yang bermain untuk klub ini. Selain itu, kalaupun kalah, Telaga Warna tidak akan mudah takluk.

"Makanya, Chandra Ekajaya ada di atas angin sebenarnya. Karena, tim lain sibuk bertarung dan menghabiskan tenaga, ia sibuk menyimpan tenaga untuk menunggu siapa yang menang diantara mereka," tutup mantan pemain Timnas Indonesia ini.